Rabu, 17 April 2013

Tekan Ledakan Penduduk Melalui Grand Design Kependudukan



Sensus penduduk 2011 hasil pendataan Badan Pusat Statistik (BPS)  menunjukan peningkatan jumlah penduduk Indonesia mencapai 241 juta jiwa.Guna menekan laju tersebut, Rencana Induk atau grand design pembangunan kependudukan amat diperlukan.
Hal tersebut dikemukakan Sonny Harry D  Harmadi,  Kepala Lembaga Demografi UI pada seminar "Revitalisasi Program Keluarga Berencana (KB) Dan Upaya  Pencapain Target MDGs,"  di kampus  Universitas Muhammadiyah Prof Dr Hamka (UHAMKA), Jakarta. Acara tersebut dihadiri Asisten Deputi Menko Kesra,  Fardhan Hanafiah, Kepala BKKBN Sugiri Syarief, Rektor UHAMKA  Prof. Dr. H. Suyatno serta 300 mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan UHAMKA.Selain seminar dilanjutkan MoU atau penandatanganan kerjasama antara Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) dengan UHAMKA tentang Peran Aktif Universitas Dalam Program Kependudukan dan KB Nasional.
Sonny memaparkan  terdapat  lima rencana induk (grand design) pembangunan kependudukan meliputi  pertama, pengendalian kuantitas penduduk seperti pengendalian kelahiran, kematian yang ditangani BKKBN,  kedua peningkatan kualitas penduduk, saat ini angkatan kerja Indonesia terbanyak  53 persen lulusan SD  melalui rencana induk ke depannya minimal angkatan kerja rata rata minimal lulusan SMP.Ketiga, pembangunan keluarga sebagai salah satu kunci pembangunan bangsa melalui peningkatan kesejahteraan, pemberdayaan perempuan, pengetasan  kemiskinan serta penguatan keluarga sebagai basis  pendidikan. Ke empat ,data base kependudukan melalui penertiban catatan sipil seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan kelima, mobilitas untuk pemerataan penduduk. “Grand design ini merupakan mimpi kita guna mengendalikan ledakan penduduk yang terjadi saat ini,” kata Sonny.
Ia menjelaskan saat ini penyebaran pendudukj tidak merata karena masih didominasi di pulau Jawa sebanyak 57,4 persen, Sumatera 21 persen ,Sulawesi tujuh persen, dan Kalimantan lima persen.
Kepala BKKBN Sugiri Syarif mengharapkan melalui kerjasama dengan UHAMKA,dunia kampus dapat berperan aktif membantu program KB dan bersinergi dengan BKKBN  dalam upaya pencapaian sasaran program kependudukan dan KB melalui berbagai kegiatan. Diantaranya, membangun Pusat Informasi dan Konseling (PIK) mahasiswa  sebagai wadah program kependudukan dan KB yang dikelola dari dan oleh mahasiswa untuk memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang kependudukan dan KB seperti penyadaran pentingnya pernikahan pada usia yang lebih matang dan dewasa demi kesehatan dan kesuburan keluarga.”Keberadaan PIK di Uhamka amat penting dalam memberikan informasi dan mensosialisasikan program KB dan kependudukan bagi mahasiswa kita yang semakin kritis,”kata Sugiri.
Rektor UHAMKA, Suyatno dalam sambutannya mengatakan kerjasama dengan BKKBN untuk meningkatkan kepedulian UHAMKA akan pentingnya pengendalian penduduk untuk mewujudkan keluarga yang seimbang dan keluarga kecil bahagia sejahtera. “MoU ini bertujuan untuk meningkatkan komitmen dalam upaya penggerakkan dan pemberdayaan mahasiswa kita meningkatkan pengetahuan , sikap dan kesadaran mahasiswa tentang kependudukan dan KB,” kata Suyatno. (BKHP)

sumber: www.hamka.ac.id

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar